Tuesday, December 31, 2013

It's A Wrap.

Assalamualaikum, it's Dec 31 like seriously can you believe time travels this quick?
I guess we were to busy to notice how time actually travels at the same pace at any moment,
because the hassles have always kept us lost track in time.

"Time is like a river. 
You can’t touch the same water twice, 
because the flow that has passed will never pass again."

As whole, 2013 is a pretty bad year for me but it's beautiful as well.
It really reminds me of 2009.
Yala what's life without any rains and storms, right?
Even the Sun doesn't come out everyday, even at night the Moon is sometimes hidden.
But there are sayings like,
"rainbow won't come without rains and storms",
and "when it's really dark then we can see the stars clearly",
which give us some hopes and lights to go through the bumpy path.
But September 2013 was lovely as usual :*

Nonetheless, everything is destined and it's up to us whether to get up and be better,
or to stay at the same damn level, without any improvements.
Ohyeahh changing ain't easy but it ain't impossible as well.
Even it is impossible, tell yourself that impossible is nothing ;)

Uuuhh really it's easier said than done. Hahaha.
This is just a post to conclude 2013 with pictures.
Since I don't really write much as I used to, this is like a pengubat rindu lah haha XD
Rindu nak blogging seceria zaman dulu dan sepositif kala dulu.
Due to time constraints and lack of enthusiasm,
words yang aku susun elok2 dalam otak untuk blog are left unsaid :(
Note that now I am in the middle of my 3-Christmas-and-study-weeks break,
1 weeks and few days dah habis. Sobs.




Just a scenery in front of PU.

I've always wanted to snap a picture like this hehe :P

So when it's tengkujuh, these are normal conditions that need to be gone through...

View from my room's window from my hostel at Seri Kembangan.

Volunteered for Asian Gaelic Games 2013 with colleagues ;)

Sepetang bersama Far and Azim.

Some of my birthday surprises :*

Solat hajat with Perdana University mates hehe

Dating dengan Nina, roommate during foundation kat Puncak Alam.
Birthday Sultan Selangor punya cuti ni. Thanks Cik Mi belanja makan hehe.
Feeling blessed because Allah granted me a chance to be with these awesome earthlings.
Raya IdulAdha hari tu dengan diorang ni lah :*

Whatever happened this year, 2013 has taught me a lot.
A loooooooooooootttt!
Most of everything,
2013 taught me how to expand and enhance my patience up to a whole new level.
And patience has always been the best choice.
Say it when we are mad or sad,
being patient is just lovely.

I really have thousand things to speak about but the time seems to not approving me.

Do wish me luck for my coming finals on the Jan 13, 16, 22 & 25 in 2014.
6 papers in 3 days + one viva Allah save me and my friends.
Yeah, examination is a nice way to celebrate new year's eve, isn't it?

"No matter what happens in life, be good to people. 
Being good to people is a wonderful legacy to leave behind."

So my beloved people,
kiss 2013 goodbye now and welcome 2014!
Thanks everyone who rocked my 2013 and please stay for the rest of my life :D
Syukran lillah for the life given, for lessons I've learnt, for the tests which toughen up my soul.
May success will be on our side, with good fortunes and better days ;)

Saturday, December 28, 2013

Pengecut. Oh Ini Isu Boikot.

Sungguh, aku kecewa.
Sungguh, aku rasa bawahan.
Sungguh, aku rasa kecil.
Sungguh, aku rasa tiada daya.
Dan memang daya itu wujud hanyalah atas izin Tuhan.

Aku, aku sedar.
Aku bukanlah manusia terbaik.
Namun aku benci untuk menjadi yang terburuk.

Aku, aku sedar.
Aku bukanlah yang terpandai.
Namun aku benci untuk menjadi yang paling bodoh.

Aku, aku sedar.
Aku bukanlah yang suci daripada dosa.
Namun aku benci untuk menjadi yang paling kurang pahalanya.

Aku, aku sedar.
Aku bukanlah contoh muslimah teragung.
Namun aku benci untuk menjadi contoh yang buruk.


Satu fakta tentang diri aku yang paling mengecewakan hati dan akal aku sendiri.
Aku tidak lantang bersuara. Aku tidak tegak berdiri.
Aku tidak kuat untuk stand for my own self.
Aku pernah menulis tentang ini zaman dulu-dulu.
Pertamanya aku percaya kita masing-masing ada kepercayaan yang kita pegang.
Keduanya aku tahu kita kebanyakannya adalah hasil didikan ibu bapa, keluarga dan juga masyarakat sekeliling.

Aku, hasil didikan ibu bapaku, aku juga menyambut dan menyokong penuh kempen boikot Israel.
Aku rasa gagah bila hidup dalam komuniti yang turut gembira dengan kempen ini.
Tapi aku rasa lemah bila aku tak mampu sebarkan kempen yang bagus ini.
Lagi lemah bila berhadapan dengan mereka yang tidak percaya akan kempen ini.
Lagi lagi lemah bila ada yang memperlekeh hasil yang diperoleh daripada memboikot barangan Israel.

Terus terang aku katakan memang aku tak mampu nak boikot 100% barangan mereka.
Intel contohnya.

Namun suka untuk aku katakan, selain yang itu, kebanyakannya tiada dalam kitaran hidup aku.
Alhamdulillah aku tak ada rasa rendah diri bila aku tak makan McDonalds etc, aku juga masih belum mati dengan memboikot produk Nestle contohnya, aku juga masih mampu mengecap indahnya hidup walaupun aku tak minum Starbucks.

Ada masa ku tewas juga,
kerana tidak kuat untuk bersuara mencadangkan tempat makan yang out of boycott list kepada teman2.
Ada masa aku biarkan perut aku kosong,
sebab tempat yang teman2 menuju tu termasuk dalam list boikot aku. Inilah aku, pengecut :(

Post ini hanyalah luahan hati, aku maafkan mereka yang tidak mengetahui,
namun apa tujuan hidup kalau ilmu tidak digali?

Apa yang buat aku terluka hanyalah bila seorang Muslim memperlekeh benda2 macam ni.
Like seriously, aku rasa offended.

Memang, kalau tak ramai boikot, memang kita tak boleh nak lumpuhkan pergerakan Israel.
Tapi, boikot itu sendiri sebenarnya adalah reflection diri kita sendiri.

Reflection diri kita,
adakah kita care about saudara Muslim kita di Palestin,
ataupun kita saudara atas nama sahaja; susah kau susah kau seoranglah.

Mungkin sebab kita tidak kenal mereka,
maka kita tak ada rasa simpati, apatah lagi empati terhadap mereka.

Tapi cuba kita terbalikkan situasi,
letakkan diri kita dalam kehidupan mereka,
apa rasa kita yang sedang dizalimi pihak Israel bila saudara seIslam kita di Malaysia sedang enak melabur wang kepada perniagaan/premis/syarikat yang menyokong Israel?

Sayang, kita hidup bukan untuk kebahagiaan di dunia semata-mata.
Hidup kita juga untuk cari bekalan agar kita turut bahagia si alam sana.

Sayang, kehidupan kita bukan meliputi dunia kecik lingkungan 1km radius bertitik tengahkan diri kita sahaja.
Kehidupan ini adalah tentang sesuatu yang lebih besar.

"Each riyal, dirham …etc. used to buy their goods eventually becomes bullets to be fired at the hearts of brothers and children in Palestine. For this reason, it is an obligation not to help them (the enemies of Islam) by buying their goods. To buy their goods is to support tyranny, oppression and aggression." 
- Syeikh Yusuf Al Qardawi

Dan aku pernah came across satu kata-kata,
boikot ini bukan tentang ingin melumpuhkan Israel semata-mata,
tapi ia juga tentang iman kita, tentang rasa kita terhadap agamaNya.

We must all be united against the aggressors. We are united in Islam, including unity of belief in the Shari`ah, unity of belief in the Qiblah, and also united in pain and hope. As Allah Almighty says: "Verily this Ummah of yours is one Ummah." (Qur'an, 21:92).

Non-Muslims pun ada yang boikot Israel. 
Tak rasa terpukul ke?

Better late than never.
Changing for good is not a sin.
Usahalah :)

Pinjam masa sikit lagi boleh?
Untuk apa yang terkandung dalam links di bawah.
Terima kasih.
Allah mesti suka :)

1. http://www.inminds.co.uk/boycott-faq.html
2. http://www.inminds.com/boycott-brands.html
3. http://www.inminds.co.uk/boycott-fatwas.html
4. http://inijalanku.wordpress.com/parti2/aaa-senarai-produk-boikot-israelusa/
5. http://www.sabasun.com/v1/index.php?option=com_content&view=article&id=52&Itemid=64
6. http://www.sinarharian.com.my/kempen-boikot-israel-1.231779


Monday, November 25, 2013

Used To.

We were in one ship.
We bought the same tickets.
Should be arriving at the same destination.
At the same time.
At the same place.

I enjoyed being with you.
So much.
Every moment, I valued.
Every second was cherished.
Every minute was heavenly.

For not listening to you.
I apologize.
For not taking your advice.
I am sorry.
For not building a greater strength.
For being lost.
For not believing in myself.

To watch the ship I used to board from a distance.
It makes me regret.

So much that these are not containable anymore.


Monday, October 28, 2013

End of October!

Hey peeps, assalamualaikum :D

Tomorrow and on Thursday, we the JC1 students have our formative examinations and I can see everyone is sinking in their examination and revision mood deeply. All the best everyone and I think this is the time which most of us will have test or something right, so this wish applies to you guys in other unis as well, especially Kak Cik ;) May He ease everything for us :D BREAK A LEG PEOPLE!

This year we're living in academia instead of cyberheight. A better place in term of getting food and the downsides are we find it hard to hang our laundries and we have no washing machine, and etc. Never mind lah we can still live peacefully. #SyukurMalaysiaMasihAman okay dekat blog pun nak main hashtag bagai haha.

PS: Going home this Friday for a short break, and sadly the class will be starting on Wednesday 6/11/13 so that means I only have a 5-day-break but will make the best out of it :D

PPS: Too happy because October is ending? LOL.

Sunday, September 15, 2013

Hold My Hands, We are in This Together.

Assalamualaikum & may peace be upon all of us.
I know, I know. It's been ages since the last time I wrote here.
Well, there's so much to tell,
there's so much on my mind but I can't literally translate all of these into words.
So till today they are nicely kept within my cupboard of memories.

Frankly speaking, I don't know what to write.
But I feel like writing.
You know, girls, or should I say, women, convey their minds through words?
They communicate to feel better.
They can't just sit down and stay there to feel better.
And I was once passionate enough about blogging.
Writing seems to be somewhat a healing therapy for me.
When I don't write, I feel different from usual.
Here I am not saying that I am being problematic,
I just feel like I am not me.
The 'me' I used to be seems gone, or hiding somewhere.

Maybe I should pour some feelings out.
Some, or maybe a lil' bit less than some.
As some of you might have known, it's been quite a rough year for me.
Almost a year. Unexpected things happened.
Well, I really guess that nobody really have predicted those.

Things seem to be better nowadays,
strength to be a bit thicker than it was few months back,
faith seems to be a bit stronger.
Time is a great healer, they say.

I think a year is not enough to measure how much time heals things.

When you are not as glorious as you were,
the present day seems to be gloomier than ever.
I was knocked down.
And I shall rise and shine again, insyaAllah.

Even though I've wasted my one year,
it doesn't mean I have to add more in the 'waste/credit' side of my account.
What's done is done.
I really cannot undo those, even though I regret it so much.
In life, lessons are learnt after we made mistakes.
This is not a school where teachers teach you lessons before you are being tested.
This is life, where tests are given prior to the lessons.

So people, when life knocks you down,
you really need to get up. Seize whatever chance you still have.
Grab every single opportunity that's still there.
Show 'em what you really got.
I know, we are fragile. I am indeed tremendously fragile.
But let's not make that as an excuse. There's more waiting in the future.
We are growing. Life won't be easier. Challenges won't be any less easier.

Even though there are some who will insult you,
who will be happy for your ordeals and failures,
fear them not. Be happy.
At least you are not the one who hurts others.
At least you are on the good side.
When they tell the public of false stories, fear them not as well.
Because it's The Almighty who knows everything.
Even though they say that you're having difficult times as a punishment for what you've done,
don't feel so. Why?
Have Allah not said in the Quran?

Do people think that they will be left alone because they say: "We believe," and will not be tested. (al-Ankabut: 2)

He will test us.
You take one step closer to Him,
He'll be 10 steps closer to you.
Who are they to be the judge?
Really, what have we done towards them, actually?
Dunya are really full of bad people who wears angels' masks.
May our paths are avoided from crossing over with their paths.
May Allah protect us.

May Allah bless. May Allah forgive.
Berani kerana benar. Takut kerana salah.
Don't be afraid if you're not as loud as the false speaker,
because eventually, yang hak akan menang. Itu janji Allah.
Whether in this short life, or in the long Hereafter :)

Penulisan untuk memberi peringatan buat diri sendiri yang sering leka dan terbuai dalam kelalaian.
Semoga memberi inspirasi buat mereka yang jatuh, dan mereka yang dianiaya.
Tersungkur takpe, kita bangun. Jangan tersungkur dan terus berdengkur ;)
I'm with you, He is with us, believers.


Wednesday, August 28, 2013


Shit does happen, that's what they say.

Cuma rasa malu plus sedih, bila orang macam ni pun ada. Sigh.
I really can't imagine how would the ones yang kena hina, kena fitnah in public rasa.
Kena fitnah, kena hina lagi, allahu rabbi.
This is the real world. Full of lies, frauds and deceptions.

Jauhkanlah aku dan mereka yang aku sayang daripada sifat suka menjatuhkan orang lain 
dan suka melihat kejatuhan orang, amin.

An endless appreciation for my great friends and beloved ones.
And I shall believe in Him in a greater amount.

فَلاَ يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
So, let not their speech then grieve you. 
Verily, We know what they conceal and what they reveal.


Thursday, August 22, 2013

She Wears a Hijab but..

''Perangai orang yang tak pakai tudung kadang kala lagi elok compared to yang pakai tudung.''

Ever heard of this sentence? Or other phrases that give roughly the same meaning?

Of course, kita akan come across or pernah came across dengan ayat ni a few times.
Nak2 kalau yang rajin nak baca news feed kat Facebook, yang rajin scroll timeline Twitter.
Banyak ayat2 macam ni.

Tak. Statement tu tak salah.
Because memang wujud segelintir golongan yang bertudung,
tetapi berkelakuan tak seiring tudung yang dipakai.
Dan mungkin aku pun tergolong dalam kalangan macam ni.
Mungkin time aku tak sedar dan mungkin kesedaran datang bila muhasabah diri balik.

Nobody's perfect.
A klise back up sentence we would hear every single time when hearing people judging one another.

Pakai tudung itu tanda kita patuh dengan arahan Yang Maha Esa.
Dan seharusnya, eh, sewajibnya kita pakai ikut syarat dengan ciri2 yang alQuran sebut.
Bukan aku sebut, bukan ayah aku, bukan penceramah agama,
tapi Dia Yang Satu sebut. Dia yang selalu tolong kita masa kita sempit.

tudung bukan satu ukuran atau meter baik buruknya akhlak seseorang.
Cuma tudung akan bagi first impression sebab physical look memang akan bagi first impression.
Singkat ke tudung nya, jarang ke tak, berbonggol unta ataupun tak. Tu bab tudung je.
Baju seluar kain tie t-shirt kemeja kasut tali pinggang, you name it, they count in as well.
Tak kira kat mana kita berada.
Kalau tak mesti takde sesapa nak pakai baju elok2, bergosok kemas2,
time pergi interview for a scholarship,
or an interview with employer. Kan? Setuju?

Memang, aku tak nafikan, memang betul ada yang tak bertudung,
tetapi mereka ni kadang kala sangat lah baik,
kadang2 aku pulak rasa inferior sebab they are perfectly nice to human.
Cuma satu je, they don't wear hijabs.

Tapi kita bukan hakim untuk letak sifat suatu golongan atas observation terhadap segelintir umat.
Contohnya bila kau tengok satu family ni, sorang ni suka sangat backbite.
That doesn't mean the whole family behaves like that person.
They might behave the same, but it's still unsure until you really know them in person.

So, untuk mereka yang bertudung, they are good in terms of covering their aurah.
They might sometimes behave unequal to their attires,
but let's just assume that they don't notice it.
Simply just pray so that we won't be like that,
and so that He will keep you and them in the right path,
in His blessings and hidayah.
As for the ones that behave super nice except for they don't wear hijabs,
they might have not met the strength to change or maybe they have their own reasons,
as a good Muslim, we should pray for them (and everyone) and help them.
Don't hate and don't backbite them. It's no good.
Jangan mengata or whatsoever. Kita semua sama je.

Kita pakai tudung pun sebab Dia yang anugerahkan kita hidayah untuk bertudung :)
Thank Him, hidayah ini Dia yang pinjamkan.

Masing2 ada iman, masing2 ada mata kasar dan mata hati.
Yang baik kita ikut, yang tak elok kita jadikan pengajaran.
That really applies in our life.
Sebab yang haram tetap haram. Yang salah tetap salah.
Yang hak tetap hak. Yang batil tetap batil.

Sama-sama kita cari gali ilmu, supaya tak sesat dan lemas dalam lautan kejahilan.

PS: Just saying, no offense. Maaf jika ada yang terasa hati dan tak sependapat.

Sunday, July 21, 2013


Assalamualaikum w.b.t, good day people.
Before I go any further, let's recite al-Fatihah to those who had left us.
Syukran lillah for another day, because there are some who had their last breath yesterday.
I've heard two sad news within a short period,
may their souls be placed among the good ones.

Here we are, going through the second phase of Ramadhan.
I don't know if it's just me but,
I feel like I did better for my last year's Ramadhan compared to this current one.
But no worries, I (we) still got 17 days before Syawal arrives,
so we better seize this golden chance to alter ourselves from every aspect :)
May the good change stay forever.

However, I am, to be frank, quite sad because I can't get through some of my friends.
So, dear friends, if you are reading this, please let me know how you're doing.
Kak Cik, you are very quiet these days.
I got no texts from ya, wonder if everything is going as it should be.
Sher, Teef, wishing you girls a safe journey, Malaysia misses you girls ;)
Take care and have a safe flight babes.

For those who's trying to reach me through WhatsApp/LINE/WeChat etc,
I am very sorry for not responding.
Thousand apologies. My beloved phone is currently undergoing its worst time,
(well you people know how GOOD I am in taking care of my stuffs :P teehee)
so I use the warranty provided by sony in order to ensure it will be back on business.
But the service seems to be taking a damn long time =.=
Even I myself am very fed up to be kept waiting for....I think, already a month!
Jeez. What an endless waiting.
I am very sorry dearies.

That's all, nothing much right?
It's better for you to spend time searching pahala rather than reading my pointless rants.
Teeeheee :P


Saturday, July 20, 2013

Monday, July 8, 2013

Saturday, July 6, 2013

Thursday, July 4, 2013

Coding Floating Shoutbox

Assalamualaikum, hai Farah Zoey. Haha.
Post ini kita buat khas untuk awak tau, kita rajin ni. Haha.
Tadi sebenarnya Farah suruh Sarah tengokkan shoutbox dia sebab
shoutbox tu menggila tawaf keliling blog Farah,
comel betul. Tak boleh nak tahan gelak semalam masa tengok. Comel je.
Ni Sarah nak share coding shoutbox Sarah and apa yang selalunya Sarah buat bila edit certain parts.

<style type="text/css">
* html #gb{position:relative;}
background:url('http://i1201.photobucket.com/albums/bb354/uwmaisarah/shoutbear.png') no-repeat;
border:2px solid #666666;
<script type="text/javascript">
function showHideGB(){
var gb = document.getElementById("gb");
var w = gb.offsetWidth;
gb.opened ? moveGB(0, 96-w) : moveGB(96-w, 0);
gb.opened = !gb.opened;
function moveGB(x0, xf){
var gb = document.getElementById("gb");
var dx = Math.abs(x0-xf) > 10 ? 5 : 1;
var dir = xf>x0 ? 1 : -1;
var x = x0 + dx * dir;
gb.style.right = x.toString() + "px";
if(x0!=xf){setTimeout("moveGB("+x+", "+xf+")", 10);}
<div id="gb">
<div class="gbtab" onclick="showHideGB()"> </div>
<div class="gbcontent">
<center><p>drop your words okaayyy ^^ </p></center><center><!-- SHOUT BUSUK : Start !-->
<iframe src="http://shout.busuk.org/?uwmaisarah" width="240" height="400" frameborder="0" scrolling="auto"><a href="http://shout.busuk.org/?uwmaisarah=viewfull">View shoutbox</a></iframe>
<!-- SHOUT BUSUK : End !-->
<div style="text-align:right"><a href="http://tutorialuntukblog.blogspot.com/2011/09/tutorial-sembunyikan-shoutbox-blog.html" target="_blank"><small>tutorial here</small></a>
<a href="javascript:showHideGB()">
<script type="text/javascript">
var gb = document.getElementById("gb");
gb.style.right = (96-gb.offsetWidth).toString() + "px";

Okay ni dia coding dia. Panjang nya ish ish.
Meh tengok gambaq2 ni pulak.

Ha bendanya senang je.

Width tu selalunya kita tukar masa nak customize kedudukan shoutbox button kita,
macam kat blog ni, tu bear yang comel2 tu, tu la shoutbox buttonnya.
And bila tukar width tu, wajiblah tukar jugak di tempat2 yang Sarah highlight dalam gambar2 kat atas ni.
Ada 3 tempat lain yang kena tukar and isi amount yang sama dengan width.
Kalau 96, tulis semua 96.
Kalau 200 tulis 200. Ha tu je pembaikian yang dibuat tadi sebenarnya. Hehehe.
And tu je jugak nak cakap sebenarnya.

Selamat ber-eksperimen cik Farah! :D

7 Things To-Do In Times of Hardship

Assalamualaikum and greetings people :)
Yesterday I was going through my random pictures I've collected from web and came across this one.
Feeling like sharing because it's good. 
And this might be useful for someone, who knows, right?
So why not we spread good things among us and be better ^^

1) Solah
Make sure you stick to praying on time - 5 times a day.
Never miss a solah and do your best to pray each solah with sincerity as if it's your last solah in this world.

2) Reciting Quran
This Qur'an is so beautiful that no matter what difficulties you face,
you'll find solace in it.

3) Du'a
Especially the du'a for removing anxiety.

4) Give Sadaqah
Give lots of charity, as much as you can, because it helps push away hardships.
And if you can't give money, even kind words or physical sadaqah can do,
(i.e. helping people physically or emotionally).

5) Set Goals & Have Vision
Don't let shaytan play with you,
and keep replaying the video of your hardships in your mind over and over again,
move on! Set new goals, new projects, and remember you're with Allah, nothing should stop you!

6) Wake up Early
Wake up before fajr and work on your ideas and projects, or simply read Qur'an.
Getting busy before day break is a definite way to move away from your hardship and,
overcome challenges. Get most of your ideas/work done in these early hours, these are blessed hours.

7) Hardship is Not Lost
Remember, Allah will never forget the injustice/hardship you faced,
so don't worry about seeking revenge or trying to get justice.

For the third point, again yesterday, I found this one article entitled The Supplication Series: Distress, Sadness and Anxiety when I was surfing the web. Think it might as well be beneficial so here you go!
You can listen to the du'a and download the PDF format of the du'a by clicking the links provided on the page. Isn't that easy? ;)


And one last image to be shared, moga kita dapat manfaat bersama! :)


Sunday, June 23, 2013

A Date

Akhirnya dapat juga meluangkan masa dengan Farah Zoey,
juga ditemani si Zaty Zayani hari ni ♥

Oh riangnya rasa hati :D
Pertemuan pertama.

Dan sebenarnya kami tak decide pun nak pergi mana2.
Lepas tu Farah driveeee aje sampai ke bandar,
then singgah bus stand.
Banyak baju, shawl cantik2.
Tapi sebab panas sangat, hangat gilos berpeluh2 tadi,
hilang mood shopping aku. Alahai sayangnya, rugi je peluang yang ada tadi.

Lepas tu serbu kedai kat bawah2 tu macam orang kehausan 3 bulan.
Siap test2 lagi ha air dalam peti tu sejuk ke tak.

Melepak kat wakaf tepi jalan sambil menghilangkan dahaga,
sambil memerhati gelagat manusia di tengah bandar.
Uii ramai gak orang kat bandar tadi.
Pastu kitorang pergi area giant TTC mydin tu,
ha kat situ Farah bagi tebal sikit poket mamat penjual yang tak reti lipat baju yang dia jual.
Ataupun tolong jualkan. Ngehngeh.

Time merewang kaat situ la hujan turun lebat dengan guruh.
Ingatkan tak jadi dah nak singgah pantai.
Sedih dah masa tu.
Maklumlah dah lama tak lepak kat pantai.

So untuk memohon memanjatkan doa agar hujan berhenti dan kami dapat singgah pantai,
pergi la solat asar kat masjid. Haha. Bukan main ha sampai ke ladang sana.
Lalu pantai batu buruk, tengok ada kuda menumpang teduh bawah khemah sebab hujan.
Comel je. Kesian ek encik kuda, hujan. Kena stay bawah khemah je.
Ada race something kat pantai batu buruk. Macam best je.

Tapi tak singgah la kann, ada hajat lain.
Usai solat, text orang area GB tanya hujan dah berhenti ke belum,
dia cakap dah. So apa lagi, gerak la pergi pantai!
Yayyy :D
Zaty pulak mengidam keropok.
Ha dah macam mengandung semek tu. Berapa bulan dah agaknya.

Kat pantai lawak gilos.
Memandangkan sebelum keluar kitorang pergi kenduri abang Latifah,
so semua berbaju kurung.
Aku ngan Zaty lak dengan wedges bagai kan.
Haha. Tersangkut2 jalan atas pasir tu.
Lahai. Nak pergi pantai sangat tu.
Pastu aku terjatuhkan nugget makcik yang jual keropok air kelapa dll :(
Kesian dia :(
Sedih2 takmau ingat :(
Aku nak bayar tapi dia taknak.
Makcik, sorry tau :(
Semoga rezeki makcik murah.

Gambar sumbangan girlfriend pilot. Haha

Tapi sebab dah tak berapa nak awal, dah 6.30 lebih lebih,
tak dapat la nak lepak lelama kat pantai tu.
Hmmm :(
Takpelah. Mungkin lain kali boleh pergi lagi.
Yang penting dapat jugak melepaskan rindu pada budak dua orang tu.
Makin cantik dah.
Aku je yang makin tak cantik.

Tapi kenapa aku tak beli je pape semalam? T___T
Rugi je keluar sobs.

And. Luckily balik rumah takde sape bebel.
Selamat :P :P :P

Cik Farah mata besooo, keje mmolek tuu!
Cik Zaty Zayani, ekgi gi Penang jage diri ^^

Friday, June 21, 2013

Susahnya Nak Bersyukur

Assalamualaikum and greetings comel2 dan handsome2. Hihi.

Jumaat. 12 Syaaban 1343.
Eh betul ke 12 Syaaban dah?

Sedang aku bersiap untuk menunaikan solat Zohor,
waktu itu kaum2 Muslimin sedang berlumba untuk pulang dari masjid seusai solat Jumaat,
dengan pergerakan yang super perlahan aku bersiap.
Sejadah pemberian Latifah aku hamparkan ke lantai.
Lemah tangan mengangkat telekung untuk disarungkan.
Sambil perut berbunyi lagu nasyid (maklumlah, Jumaat, mestilah nasyid haha),
menahan lapar yang menguasai minda.

Aku mengambil masa yang lama untuk menyarung telekung,
sambil menikmati angin yang bertiup masuk melalui tingkap,
syukur, matahari terik namun terasa nyaman dan kurang bahang kepanasan dek bayu yang bertiup,
nikmat Dia, pemurah Dia, sentiasa ada bagi mereka yang berfikir dan memerhati.

Ha point nya aku nak cerita, masa tengah2 bersiap nak solat tu,
tiba2 kedengaran bunyi loceng.
Loceng pakcik penjual aiskrim menaiki motosikal beliau.
Menunggang motosikal yang tak berapa nak baru pada pandangan aku,
mengelilingi kawasan kejiranan mencari pembeli,
punca rezeki beliau, untuk menyediakan sesuap nasi,
klise sangat sesuap nasi,
menyediakan sepiring astro, sepapan televisyen,
buat ahli keluarga.
Tapi cerita kat astro sekarang tak best pun.

Lepas tu aku terfikir.
Pakcik. Jual aiskrim. Bawak motosikal.
Guna petrol lah gamaknya.
Aiskrim pun, 20sen, 50sen, RM1.
Tapi pembeli tu tak selalu ada.
Nak2 masa cenggini. Budak2 bukan keluar rumah lagi kan.
Tapi tetap pakcik tu usaha bawak moto dia cari pembeli aiskrim dia.
Petrol tetap terbakar sebab nak bagi moto jalan.
Tapi pembeli belum tentu ada.
Gigihnya pakcik ni.

Lepas tu aku stop berfikir.
Tak sanggup nak membayangkan penat lelah pak cik tu mencari rezeki.
Lalu aku doakan semoga Dia melimpahkan rezekiNya buat pakcik tu hari ni.

Insaf :')

“O Allah! You are forgiving, and you love forgiveness. So forgive me.”

Pesan mak,
nak rasa bersyukur,
pandang orang yang bawah daripada kita.
Jangan pedulikan mereka yang lagi tinggi berbanding kita.

Macam satu insiden dulu. Aku berhenti di traffic light.
Dalam kereta ayah. Of course ayah lah yang memandu.
Aku mana ada lesen.
Di sudut lain terpandang pakcik tua berhenti di traffic light juga,
bersama basikal tuanya.
Agak2, dah 60an, mungkin 70an pakcik tu.
Aku masa tu umur mungkin belasan tahun.
Tapi aku dah rasa nikmat naik kereta.
Pak cik tu?

Hmmm :(

Tak nak  merungut dah phone jenis biasa2 je tak canggih.
Tak nak merungut dah kamera tak canggih macam orang.
Tak nak merungut dah duit tak banyak macam orang.
Sob sob.

Dia-lah Yang menciptakan kamu, dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur."
 (Surah Al-Mulk [67]: ayat 23)  

Thursday, June 20, 2013

Tinta Hati

Hidup macam roda. Sekali kita di atas.
Di waktu lain kita di bawah.

Kau tahu perasaan bila berada di bawah?

Tak siapa boleh cakap bagaimana perasaan ''di bawah'' itu,
selagi dia belum berada di situasi ''di bawah'' itu.

Cakap memang senang, nak buat susah sangat.
Easier said than done.

Time is a great healer.

Aku agak, sejak dua menjak ni, banyak sangat aku faham pepatah2,
peribahasa2 yang ada dalam kamus. Kata2 orang tua mahupun kata2 pujangga.
Tapi ada juga yang aku masih sedang belajar,
apakah makna yang tersirat di sebalik tiap patah kata yang tercipta itu.
Dan mereka cakap, ujian diberi supaya kita lebih dekat dengan Dia.

Sejak dua menjak aku tu, sejak aku masuk alam ijazah.
Eh dah memulakan tangga ''ijazah'' dah aku.
Tak, aku selayaknya dilabel sebagai ''tersungkur'' di tangga-tangga awal alam degree.

Tersungkur. Dalam maknanya.
Mohon rungkai sendiri maksud tersungkur itu.

Maka sejak tersungkur itu, aku sejujurnya,
tak pernah merasa enaknya berdiri tegak dan berlari megah.

Aku masih belajar untuk bangun. Bukan.
Aku masih bertatih untuk merangkak.
Untuk bangun, aku rasa, masih samar dalam penglihatan.
Kabur dalam pandangan.


Maka siapa yang ada untuk hulurkan tangan saat engkau rebah tersungkur mencium bumi?

Biar aku imbas kembali.
Biar aku cerita pada kalian.

Aku seorang yang lemah. Mungkin pada mata kalian, aku perkasa.
Tapi tidak. Semangat yang ada ini, Dia yang pinjamkan.
Segala yang ada itu milik Dia.

Zaman persekolahan aku, zaman yang aku kira penuh warna-warni,
aku hidup dikelilingi teman-teman rapatku.
Shahirah, Latifah. Dua orang pertama yang aku cari bila aku memerlukan.
Kak Cik, Farah. Dua orang pertama seterusnya yang akan jadi mangsa.
Dan. Aku rasa, yang seorang lagi ni, aku namakan dia Z.

Sekarang ada 5 watak baru.
Dan daripada 5 watak yang aku sebutkan ini,
Shahirah, Latifah dan Z, adalah insan2 yang memang akan tahu segalanya tentang aku.

Pada zaman lalu.

Sejak aku memasuki asasi,
Z mendaki anak tangga menjadi yang pertama akan aku kongsikan segala suka duka,
di samping 4 orang watak yang aku kenalkan tadi.

Maka kiranya, tidak kira apa tidak kira siapa tidak kira di mana,
masih ada 3 orang yang utama menyokong aku dari belakang,
masih ada 3 orang ini yang akan bersuara dan mendengar bila keadaan memerlukan.

Terima kasih atas jasa dan bakti kalian.

Masa terus berlalu. Takdir menentukan yang aku harus hidup tanpa mereka lagi.
Sebak. Berliku. Berduri. Aku rasa gelap. Aku rasa berat.
Aku kira, bermula September 2012,
secara official, aku kehilangan mereka bertiga.
Maka aku belajar untuk hidup bersama Kak Cik dan Farah.
Aku kira, mereka turut merasakan apa yang aku rasa.
Dan sejak hilangnya 3 watak utama itu,
mangsa tempat aku mengadu segala duka ialah Kak Cik.
Aku kira dia yang paling banyak aku hubungi.
Farah, kerana aku tahu dia juga ada kesulitannya sendiri,
tidak banyak yang aku kongsikan kepadanya.
Bimbang dia makin marah, bimbang dia makin sulit, bimbang dia makin gusar.
Dan aku tambah seorang lagi watak baru, Syahir nama beliau.
Merangkap jawatan sebagai wartawan melodi serta the best buddy sejak zaman sekolah.
Kiranya pada manusia2 yang mulia hati inilah aku akan kongsikan tangisku, selain pada Dia.
Ya, tangisku. Tanpa segan. Tanpa silu.

Allahu rabbi. Aku rasa tidak berdaya untuk meneruskan penceritaan.
Sebak bertamu di dada, air mata bergenang di mata, rawan menggunung di hati.

Aku kira bukan masanya lagi untuk aku berterus terang tentang apa makna tersungkur itu.
Belum masanya lagi.
Cuma aku mahu berkongsi pada yang membaca,
betapa penting seorang sahabat kepada sahabatnya.
Betapa bermakna perasaan sayang dan cinta akan teman yang kita pupuk sejak mengenali mereka.
Betapa berkuasanya perasaan2 ini untuk terus memandu kita ke hadapan.

Hilangnya mereka daripada genggaman aku, seolah2 lumpuh badan, seolah2 beku masa.
Di situ aku belajar untuk mencari Dia.
Mungkin aku terlalu alpa. Mungkin ujian itu supaya aku tidak terus istidraj.
Mungkin juga Dia masih sayang pada hambaNya ini.

Tidak, aku belum sempurna. Sangat tidak sempurna.
Kadang2 aku rasa mahu berputus asa untuk terus menjadi yang terbaik.
Kerana aku kerap merasa tidak mampu.

Di saat aku rasa ada kekuatan,
di saat Dia meminjamkan aku kekuatan,
aku rasa kuat.

Di saat aku rasa lemah dan tidak berdaya,
aku cuba untuk tidak berputus asa.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang yang beriman."
-Surah al-Imran, ayat 139.

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakal."
-Surah at-Taubah, ayat 129.

A calamity that makes you turn to Allah is better for you,
than a blessing which makes you forget the remembrance of Allah.

Mereka juga berkata,
"time is a great healer.''
''Sabar, semua ini pasti ada hikmahnya.''

Maka hanya diam mengisi ruang.
Sabar itu mudah untuk kita ungkapkan, namun payah untuk diamalkan.

Tetapi kita diajar untuk terus mencuba.
Never give up.

Justin Bieber pun cakap ''never say never''.
Malulah kita sebagai Muslim kalau nak give up.
Tak gitu?

Kerana bahagia itu tidak akan berterusan dan tidak akan kekal, begitu jua dengan derita.

PS: Aku mahu tiup semangat pada semua. Bukan minta pandangan simpati ^^